Review FILM “500 DAYS OF SUMMER”
Judul Film : “500 DAYS OF SUMMER”
Sutradara : Marc Webb
Produser : Mason Novick
Jessica Tuchinsky
Mark Waters
Steven J. Wolfe
Pemeran : Jospeh Gordon-Levitt
Zooey Deschanel
Sinematiografi : Eric Steelberg
E. Hubungan Intrapersonal
A). Persepsi Interpersonal :Tom Hansen dan Summer Finn jatuh cinta,
berhubungan, dan berpisah secara tiba-tiba. Mereka pertama kali bertemu di
sebuah rapat. Tom bekerja sebagai penulis di sebuah perusahaan kartu ucapan, di
mana Summer direkrut sebagai asisten baru bosnya Tom. Seusai acara karaoke, di
mana Tom dengan manisnya menyanyikan Here Comes Your Man-nya Pixies, seorang
teman kerja dalam keadaan mabuk memberi tahu Summer kalau Tom tertarik
dengannya. Sang perempuan secara mengejutkan mengakui kalau dia juga tertarik
dengan Tom. Bisa ditebak, beberapa bulan ke depan, hubungan keduanya makin
erat. Namun, di tengah perkembangan yang positif ini, Summer menegaskan ke Tom
kalau dia tidak sedang dan tidak berniat mencari pacar.
B). Konsep Diri: Cinta bukan hanya soal cocoklogi. Cinta bukan hanya soal makanan
favorit, lagu favorit atau film favorit. Cinta sejati adalah soal komitmen dan
keseriusan. Cinta tidak bisa didiamkan seperti layaknya di sungai, dan
dibiarkan terbawa arus begitu saja, cinta harus ada perjuangan dan pengorbanan.
Lihat bagaimana Summer sama sekali tidak ada komitmen untuk menjalin cinta
bersama Tom. Lihat juga bagaimana Tom tidak ingin memperjuangkan keseriusan
cintanya bersama Summer. Mereka memilih hanya terbawa arus saja, tanpa benar-benar
tahu di mana mereka sebenarnya akan berlabuh. Cinta yang realistis adalah cinta
yang akhirnya dipilih oleh Summer. Dia memilih pria yang lebih dapat memikirkan
masa depannya dan keluarganya, dan bukannya hanya ingin terus-terusan terbawa
arus keharmonisan cinta murahan. Pada akhirnya, Tom hanya terjebak delusi akan
cintanya terhadap ide dari Summer dan tidak benar-benar punya
niatan untuk mencintai dirinya seutuhnya.
C). Atraksi Interpersonal : Tom mencari perempuan yang bisa
menyamai selera musiknya, sementara Summer mencari laki-laki yang bisa
mengimbangi selera humornya yang nyeleneh. Ketika mereka bertemu,
mereka tidak mungkin tidak berhubungan. Masalahnya, Tom menyalahartikan
keterbukaan Summer sebagai tindakan menyerahkan diri
ia tidak cukup paham kedalaman motivasi Summer. Bagi Tom, keintiman
adalah satu langkah menuju hubungan yang lebih stabil, sementara bagi Summer
keintiman hanyalah taman bermain yang bisa ditinggalkan kapan saja. Summer
tidak setertarik itu dengan Tom. Oleh karena itu pisahnya mereka berdua menjadi
momen yang sangat emosional bagi Tom. Setiap hari dia sendirian menganalisa
kembali apa saja yang pernah terjadi dalam hubungannya, mana yang salah, mana
yang tidak, dan seterusnya. Proses penyalahan diri ini terjadi cukup lama sehingga
Tom sampai lupa masalah sebenarnya dalam hubungan dia dan Summer—iia hanya bisa
mengingat kenangan-kenangan manis bersama Summer
D). Managemen konflik komunikasi interpersonal yang terjadi pads Tom dan
Summer, sebenrnya hubungan mereka baik-baik saja sampai ketika Summer memberi
peringatan pada Tom bahwa dia tidak serius dengan hubungan yang dijalani.
Summer tampak have fun dengan hubungan yang dijalani, namun gak berkeinginan
untuk mengarahkan hubungannya ke jenjang lebih tinggi. Inilah konflik utama
cerita Tom dan Summer, saat mereka sudah saling dekat kemudian Summer
mengatakan bahwa dia tidak percaya dengan cinta. Flashback ke belakang bahwa
cerita tentang orangtuanya yang berpisah menjadi salah satu alasan bagaimana
Summer memandang komitmen dalam hubungan.
E. Hubungan Intrapersonal Sensasi menonton film ini awalnya saya
bingung dengan alurnya yang maju mundur tetapi saya simak terus akhirnya saya
paham maksud dari cerita film tersebut. Film yang sangat menarik, yang sering
terjadi pada anak muda yang sakit hati karena cinta. Cinta memang buta tapi
jangan bodoh hanya karena sebuah cinta. Tetapi seru melihat film ini. Persepsi
yang saya ambil dari sudut pandang saya yaitu pengalaman yang sering terjadi
pada masa masa remaja atau masa masa yang dialami anak muda yaitu hanya masalah
cinta yang terlalu dalam kemudaian berakhir sakit hati dan takut untuk membuka
hatinya lagi, Bahayanya berhubungan dengan perempuan sebebas Summer adalah tidak adanya
kepastian. Setiap saat bisa jadi momen terakhir dari hubungan tersebut, karena
Summer hanya melakukan apa yang dia suka. Tidak ada logika yang cukup fleksibel
untuk menjelaskan perbuatan Summer. Dia melihat segalanya dari kacamatanya
sendiri, oleh karenanya hanya dia yang mengerti apa yang sebenarnya dia perbuat Pesan yang
dapat diambil dari film 500 days of Summer yaitu jangan Hanya karena kita cinta
pada seseorang terus kita bodoh untuk mengejar cinta tersebut.

Komentar
Posting Komentar