Review FILM “500 DAYS OF SUMMER”


500 Days of Summer adalah film drama komedi romantis Amerika Serikat tahun 2009 yang disutradarai oleh Marc Webb dan diproduseri oleh Mason Novick, Jessica Tuchinsky, Mark Waters dan Steven J. Wolfe. Naskah film ini ditulis oleh Scott Neustadter dan Michael H. Weber. Film ini dibintangi oleh Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel.
Film 500 Days of Summer merupakan film kolaborasi kedua Joseph Gordon-Levitt dan Zooey Deschanel setelah film Manic. Film ini ditayangkan secara perdana di Festival Film Sundance pada tanggal 17 Januari 2009 dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 17 Juli 2009 secara terbatas dan 7 Agustus 2009 secara luas. Film ini mendapatkan review positif dari para kritikus.

Judul Film          : “500 DAYS OF SUMMER”

Sutradara          : Marc Webb

Produser           : Mason Novick

                           Jessica Tuchinsky

                           Mark Waters

                           Steven J. Wolfe

Pemeran           : Jospeh Gordon-Levitt

                            Zooey Deschanel

Sinematiografi    : Eric Steelberg



https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Five_hundred_days_of_summer.jpg&filetimestamp=20170303171947&


DI film tersebut saya mereview dari segi : 

A. Persepsi Interpersonal
B. Konsep Diri
C. Atraksi Interpersonal
D. Managemen konflik komunikasi interpersonal
E. Hubungan Intrapersonal 

1.      

A). Persepsi Interpersonal :Tom Hansen dan Summer Finn jatuh cinta, berhubungan, dan berpisah secara tiba-tiba. Mereka pertama kali bertemu di sebuah rapat. Tom bekerja sebagai penulis di sebuah perusahaan kartu ucapan, di mana Summer direkrut sebagai asisten baru bosnya Tom. Seusai acara karaoke, di mana Tom dengan manisnya menyanyikan Here Comes Your Man-nya Pixies, seorang teman kerja dalam keadaan mabuk memberi tahu Summer kalau Tom tertarik dengannya. Sang perempuan secara mengejutkan mengakui kalau dia juga tertarik dengan Tom. Bisa ditebak, beberapa bulan ke depan, hubungan keduanya makin erat. Namun, di tengah perkembangan yang positif ini, Summer menegaskan ke Tom kalau dia tidak sedang dan tidak berniat mencari pacar.



B). Konsep Diri: Cinta bukan hanya soal cocoklogi. Cinta bukan hanya soal makanan favorit, lagu favorit atau film favorit. Cinta sejati adalah soal komitmen dan keseriusan. Cinta tidak bisa didiamkan seperti layaknya di sungai, dan dibiarkan terbawa arus begitu saja, cinta harus ada perjuangan dan pengorbanan. Lihat bagaimana Summer sama sekali tidak ada komitmen untuk menjalin cinta bersama Tom. Lihat juga bagaimana Tom tidak ingin memperjuangkan keseriusan cintanya bersama Summer. Mereka memilih hanya terbawa arus saja, tanpa benar-benar tahu di mana mereka sebenarnya akan berlabuh. Cinta yang realistis adalah cinta yang akhirnya dipilih oleh Summer. Dia memilih pria yang lebih dapat memikirkan masa depannya dan keluarganya, dan bukannya hanya ingin terus-terusan terbawa arus keharmonisan cinta murahan. Pada akhirnya, Tom hanya terjebak delusi akan cintanya terhadap ide dari Summer dan tidak benar-benar punya niatan untuk mencintai dirinya seutuhnya.



C). Atraksi Interpersonal : Tom mencari perempuan yang bisa menyamai selera musiknya, sementara Summer mencari laki-laki yang bisa mengimbangi selera humornya yang nyeleneh. Ketika mereka bertemu, mereka tidak mungkin tidak berhubungan. Masalahnya, Tom menyalahartikan keterbukaan Summer sebagai tindakan menyerahkan diri

ia tidak cukup paham kedalaman motivasi Summer. Bagi Tom, keintiman adalah satu langkah menuju hubungan yang lebih stabil, sementara bagi Summer keintiman hanyalah taman bermain yang bisa ditinggalkan kapan saja. Summer tidak setertarik itu dengan Tom. Oleh karena itu pisahnya mereka berdua menjadi momen yang sangat emosional bagi Tom. Setiap hari dia sendirian menganalisa kembali apa saja yang pernah terjadi dalam hubungannya, mana yang salah, mana yang tidak, dan seterusnya. Proses penyalahan diri ini terjadi cukup lama sehingga Tom sampai lupa masalah sebenarnya dalam hubungan dia dan Summer—iia hanya bisa mengingat kenangan-kenangan manis bersama Summer

 

D). Managemen konflik komunikasi interpersonal yang terjadi pads Tom dan Summer, sebenrnya hubungan mereka baik-baik saja sampai ketika Summer memberi peringatan pada Tom bahwa dia tidak serius dengan hubungan yang dijalani. Summer tampak have fun dengan hubungan yang dijalani, namun gak berkeinginan untuk mengarahkan hubungannya ke jenjang lebih tinggi. Inilah konflik utama cerita Tom dan Summer, saat mereka sudah saling dekat kemudian Summer mengatakan bahwa dia tidak percaya dengan cinta. Flashback ke belakang bahwa cerita tentang orangtuanya yang berpisah menjadi salah satu alasan bagaimana Summer memandang komitmen dalam hubungan.


E. Hubungan Intrapersonal Sensasi menonton film ini awalnya saya bingung dengan alurnya yang maju mundur tetapi saya simak terus akhirnya saya paham maksud dari cerita film tersebut. Film yang sangat menarik, yang sering terjadi pada anak muda yang sakit hati karena cinta. Cinta memang buta tapi jangan bodoh hanya karena sebuah cinta. Tetapi seru melihat film ini. Persepsi yang saya ambil dari sudut pandang saya yaitu pengalaman yang sering terjadi pada masa masa remaja atau masa masa yang dialami anak muda yaitu hanya masalah cinta yang terlalu dalam kemudaian berakhir sakit hati dan takut untuk membuka hatinya lagi, Bahayanya berhubungan dengan perempuan sebebas Summer adalah tidak adanya kepastian. Setiap saat bisa jadi momen terakhir dari hubungan tersebut, karena Summer hanya melakukan apa yang dia suka. Tidak ada logika yang cukup fleksibel untuk menjelaskan perbuatan Summer. Dia melihat segalanya dari kacamatanya sendiri, oleh karenanya hanya dia yang mengerti apa yang sebenarnya dia perbuat Pesan yang dapat diambil dari film 500 days of Summer yaitu jangan Hanya karena kita cinta pada seseorang terus kita bodoh untuk mengejar cinta tersebut.

 


Komentar